"apa kabar revolusi mental di kmanakan uang rp.149M sama si Puan (MENKO Pembangunan manusia
dan kebudayaan) yg katanya utk revolusi mental"
Banyak kasus siswi SMP dan
SMA putus sekolah akibat hamil
Merdeka.com
- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Pemberdayaan
Perempuan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menyatakan selama satu tahun
terakhir kasus pelajar yang putus sekolah akibat hamil di luar nikah
masih terbilang tinggi. Menurut mereka, dalam tahun ini sudah dua siswi
yang hamil.
"Tahun ini saja dua siswi SMP dan SMA yang hamil.
Kedua pelajar itu terpaksa menikah," kata Kepala Bidang Keluarga
Berencana dan Keluarga Sejahtera BKKBN dan Pemberdayaan Perempuan
Kabupaten Mukomuko Edwin Harnani, di Mukomuko, seperti dilansir Antara,
Minggu (22/2).
Edwin menyebutkan, pada tahun 2014, sebanyak lima
orang siswi SMP dan SMA di Mukomuko terlibat kasus hamil di luar nikah.
Mereka yang sudah hamil ini terpaksa harus Drop Out dari sekolahnya.
Menurutnya, banyaknya kasus pelajar putus sekolah akibat hamil terjadi
karena faktor pendidikan terhadap anak itu sendiri. Faktor pendukung
lainnya juga karena kurangnya perhatian dan pengawasan dari kedua orang
tua.
"Pemahaman nilai keagamaan dalam keluarga itu sendiri masih
rendah sehingga kurangnya penanaman akhlak dan iman di keluarga," ujar
Edwin.
Upaya yang telah dilakukan BKKBN dan Pemberdayaan
Perempuan Mukomuko yaitu, dengan mengaktifkan pusat informasi kesehatan
reproduksi remaja di sekolah-sekolah. Namun, Edwin mengakui, belum semua
sekolah yang menjalankan pusat informasi kesehatan reproduksi remaja
tersebut.
Hanya beberapa sekolah seperti SMA di Kecamatan Lubuk
Pinang yang serius menjalankan program tersebut. Edwin meyakini, jika
pusat informasi kesehatan reproduksi remaja ini dijalankan dan pelajar
serius melaksanakannya, tidak akan ada lagi kasus pelajar yang putus
sekolah akibat hamil di luar nikah.
Selain itu, Edwin menambahkan
pihaknya akan memberikan buku dan penyuluhan mengenai pusat informasi
kesehatan reproduksi remaja hingga pembinaan dari instansi itu di
kabupaten dan Provinsi Bengkulu.
Sumber:http://m.merdeka.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar