Rabu, 04 Maret 2015

"apa kabar revolusi mental di kmanakan uang rp.149M sama si Puan (MENKO Pembangunan manusia dan kebudayaan) yg katanya utk revolusi mental"

"apa kabar revolusi mental di kmanakan uang rp.149M sama si Puan (MENKO Pembangunan manusia
dan kebudayaan) yg katanya utk revolusi mental"

Banyak kasus siswi SMP dan
SMA putus sekolah akibat hamil


Merdeka.com - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menyatakan selama satu tahun terakhir kasus pelajar yang putus sekolah akibat hamil di luar nikah masih terbilang tinggi. Menurut mereka, dalam tahun ini sudah dua siswi yang hamil.
"Tahun ini saja dua siswi SMP dan SMA yang hamil. Kedua pelajar itu terpaksa menikah," kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera BKKBN dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Mukomuko Edwin Harnani, di Mukomuko, seperti dilansir Antara, Minggu (22/2).
Edwin menyebutkan, pada tahun 2014, sebanyak lima orang siswi SMP dan SMA di Mukomuko terlibat kasus hamil di luar nikah. Mereka yang sudah hamil ini terpaksa harus Drop Out dari sekolahnya. Menurutnya, banyaknya kasus pelajar putus sekolah akibat hamil terjadi karena faktor pendidikan terhadap anak itu sendiri. Faktor pendukung lainnya juga karena kurangnya perhatian dan pengawasan dari kedua orang tua.
"Pemahaman nilai keagamaan dalam keluarga itu sendiri masih rendah sehingga kurangnya penanaman akhlak dan iman di keluarga," ujar Edwin.
Upaya yang telah dilakukan BKKBN dan Pemberdayaan Perempuan Mukomuko yaitu, dengan mengaktifkan pusat informasi kesehatan reproduksi remaja di sekolah-sekolah. Namun, Edwin mengakui, belum semua sekolah yang menjalankan pusat informasi kesehatan reproduksi remaja tersebut.
Hanya beberapa sekolah seperti SMA di Kecamatan Lubuk Pinang yang serius menjalankan program tersebut. Edwin meyakini, jika pusat informasi kesehatan reproduksi remaja ini dijalankan dan pelajar serius melaksanakannya, tidak akan ada lagi kasus pelajar yang putus sekolah akibat hamil di luar nikah.
Selain itu, Edwin menambahkan pihaknya akan memberikan buku dan penyuluhan mengenai pusat informasi kesehatan reproduksi remaja hingga pembinaan dari instansi itu di kabupaten dan Provinsi Bengkulu.

Sumber:http://m.merdeka.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar