Rabu, 04 Maret 2015

Bebaskan Film Hot, Rezim Jokowi Rusak Moral Bangsa

Bebaskan Film Hot, Rezim Jokowi Rusak Moral Bangsa

intelijen - Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif akan
merusak moral bangsa bila
membebaskan film hot di
Indonesia.

“Kalau membebaskan film hot
dengan alasan kebebasan maupun
jika disensor akan menganggu
jalan cerita, justru akan merusak
moral bangsa,” kata pengamat
budaya Muthoifin kepada intelijen, Rabu (25/2).
Menurut Muthoifin, tugas negara
itu mendidik rakyatnya agar tidak
terjerumus pada kerusakan moral.
‘Film hot apapun namanya
sangat merusak bangsa. Beberapa
sinetron di televisi maupun acara
gosip itu racun bagi orang-orang
di rumah. Sekarang ini perlu
pengawasan terhadap anak yang menonton televisi,” papar
alumni doktor ilmu pendidikan
Islam Universitas Islam Ibnu
Khaldun Bogor ini.
Muthoifin mengingatkan kepada
Jokowi yang mempunyai jargon
Revolusi Mental agar lebih
memperbanyak acara-acara yang
berkualitas di televisi.
“Jokowi tidak bisa membiarkan
begitu saja televisi meracuni anak-
anak dengan acara yang tidak
mendidik,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan berbagai
media, Kepala Badan Ekonomi
Kreatif Triawan Munaf
menyampaikan wacana
penghapusan Lembaga Sensor
Film dan kemudian digantikan dengan sistem peringkat (rating).
Hal itu dinyatakannya saat Diskusi
Kebijakan dan Langkah Strategis
Dalam Pengembangan Industri
Unggulan Nasional yang
berlangsung Selasa (24/2) di Kampus UI.
“Jadi kalau filmnya hot, ditanya
saja penontonnya usia berapa dan
ditetapkan usia berapa yang boleh
masuk. Kalau film bagus dan
dipotong, jalan ceritanya jadi
aneh,” kata Triawan.
Menurutnya dengan sistem rating
ini, diharapkan industri akan lebih
ketat dalam mengawasi film yang
beredar.

Sumber:http://www.intelijen.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar